Jumat, 31 Juli 2015

Ini Dia Obat Sakit Jantung, Diabetes, dan Darah Tinggi Yang Belum Banyak Diketahui

Penyakit jantung, diabates atau kencing manis, dan darah tinggi merupakan jenis penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat, serta kebiasaan buruk seperti rokok, minuman soda, dan berlebihan dalam mengkonsumsi gula.
Ini Dia Obat Sakit Jantung, Diabetes, dan Darah Tinggi Yang Belum Banyak Diketahui
Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan untunglah Tuhan menyediakan berbagai pengobatan alternatif seperti salah satunya yang kami share ini.
Bagi anda penderita penyakit jantung, kencing manis, dan darah tinggi silahkan mencoba tips berikut. Tips ini kami dapat dari Ustaz Sharhan Syafie yang berhasil mengobati penyakit jantung, kencing manis, dan darah tinggi.
Siapkan sebuah kelapa muda yang dalamnya masih lembut ditambah 3 batang serai yang sudah diketuk, tambah 7 biji halba, lalu panaskan dan minum airnya.
Konsumsi ramuan ini 2 hari sekali, jadi misalkan anda punya 7 buah kelapa muda maka itu cukup untuk 14 hari konsumsi.
Selamat mencoba, insya Allah bila dijalankan sesuai petunjuk peluang kesembuhannya 80% bisa sembuh.

Keterangan: Halba biasa juga disebut klabet/kelabat biasa digunakan untuk bikin kare, kelabat bisa di dapatkan / di beli di toko bumbu-bumbu.
Semoga bermanfaat...!!

Minggu, 26 Juli 2015

Sepeda motor pertama di dunia.


    Pada tahun 1885, 2 penemu Jerman menambahkan mesin pada kerangka sepeda kayu,untuk membangun sepeda motor berbahan bakar bensin pertama.

    Kedua penemu tersebut yaitu "Gottlieb Daimler" dan "Wilhelm Maybach".
Mereka menciptakan karburator untuk mencampur bensin dan udara sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin empat tak.
Kemudian mereka mengembangkan mesin empat tak tersebut menjadi silinder 100 cc dan meletakkannya pada sebuah sepeda kayu bermesin tersebut disebut sebagai Reitwagen ("Riding Car") dan menjadi sepeda motor pertama di dunia.

®Sumber : Infia.com
©Holiel Cyclemaster
www.holielcyclemaster.blogspot.com

Minggu, 19 Juli 2015

Otak Pelaku Insiden Tolikara Diduga Ada di Jakarta

Politisi Terkait :

Tidak ada politisi terkait
JAKARTA – Aparat Keamanan serta Intelijen diharap untuk lebih waspada dan mendalami inisden berbau isu keagamaan di Tolikara, Papua, yang terjadi bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri serta pasti memancing kemarahan komunitas Muslim.

Seperti diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti, Fahmi Habsyi, baginya kejadian di Papua adalah murni operasi intelejen tingkat tinggi.

Pasalnya, masyarakat Papua sebenarnya sangat santun dan toleran soal beragama dan merasakan kebijakan dan hati Presiden Jokowi yang fokus pada keberpihakan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Untuk melihat situasi di Papua tidak bisa dilihat berdiri sendiri. Harus dilihat dari satu insiden dengan apa yang digerakkan di Jakarta. Karena kepentingan Papua erat dengan kepentingan Jakarta,” tambah Fahmi, Minggu (19/7). (as/bs/jp/yc)

Habib Rizieq: Nyawa Harus Dibayar Nyawa

Politisi Terkait :

Tidak ada politisi terkait
JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) mengutuk pembakaran masjid di Papua saat umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri. Pemerintah, TNI, Polri dan Umat Islam, seru Rizieq, harus bersatu membalas perbuatan keji para kafir harbi itu.

“Para perusuh dan para aktor intelektualnya serta misionaris asing yang terlibat harus segera ditangkap, sebelum para jihadis dari seluruh pelosok Tanah Air turun ke Papua untuk mengeksekusi mereka dengan prinsip: Luka dibayar dengan Luka, dan Darah dibayar dengan Darah, serta Nyawa dibayar dengan Nyawa,” tulis Habib Rizieq di laman Faceboknya Muhammad Rizieq Syihab, Jumat malam, 17 Juli 2015.

Menurut Rizieq, pembantaian tersebut, bukan hanya menodai agama tapi juga negara. “Aparat keamanan harus menindak seluruh pengurus Gereja Injil Di Indonesia (GIDI) Badan Pekerja Wilayah Toli-Papua yang telah memprovokasi masyarakat Kristen Papua melalui Surat Edaran tertanggal 11 Juli 2015 yang ditanda tangani Pdt.Navus Wenda dan Pdt.Marthen Jingga,” imbuh Habib Rizieq.

Surat tersebut, kata dia, berisi larangan perayaan Idul Fitri bagi umat Islam dan Pemakaian Jilbab bagi muslimah di seluruh Wilayah Tolikara-Papua. (wp/bn)

SUKACITA SAMBUT HARI KEMENANGAN

Bersukacitalah karena sesungguhnya setiap kaum mempunyai hari raya,dan pantaslah untuk merayakannya bagi mereka yang telah dengan penuh daya dan upaya melawan segala bentuk hawa nafsu demi memfitrahkan diri dan berharap Rahmat-Nya..
Namun janganlah sukacita itu sampai melalaikan kita untuk tetap bertafakkur dan senantiasa bermohon Rahmat-Nya agar segala amal ibadah kita di terima,serta segala dosa-dosa kita di ampuni-Nya

SAAT PAGI DATANG TAMPAK AKTIFITAS WARGA

Saat pagi datang,tampak beberapa aktifitas dilakukan warga demi mencari sesuap nasi.Semoga kita senantiasa Pandai Bersyukur.